Polinela, Kamis (21/05/2026). Mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Bisnis Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengikuti kegiatan kuliah umum bertema “Event Promotor: Digital Marketing dan Concert Branding” yang diselenggarakan bekerja sama dengan Metronome Media Corporation.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman kepada mahasiswa mengenai perkembangan industri event, strategi promotor digital, serta branding konser yang saat ini berkembang pesat dalam sektor industri kreatif. Kuliah umum juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk memahami dinamika industri event profesional secara langsung dari pelaku industri.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan kuliah umum merupakan bagian penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa vokasi, khususnya pada Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara.
Menurut beliau, pengalaman praktik dan kolaborasi langsung dengan industri menjadi aspek utama dalam pendidikan vokasi karena mampu memberikan pemahaman nyata mengenai kebutuhan dan tantangan dunia kerja.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara, Marlinda Apriyani, S.P., M.P. menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengelolaan event modern serta meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan industri kreatif yang semakin kompetitif.
Materi kuliah umum membahas perbedaan mendasar antara Event Organizer (EO) dan Event Promotor. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Event Organizer umumnya bekerja berdasarkan pesanan atau by order dari klien, sedangkan event promotor menciptakan, mengelola, serta mengembangkan acara secara mandiri dengan tanggung jawab penuh terhadap konsep, pendanaan, hingga keberhasilan acara.
Narasumber juga menjelaskan bahwa dalam industri promotor, peluang keuntungan dan risiko kerugian berjalan beriringan sehingga diperlukan kemampuan manajemen, kreativitas, dan strategi pemasaran yang kuat. Tahapan awal dalam menciptakan sebuah event dimulai melalui proses brainstorming guna menentukan ide dan konsep acara yang menarik serta memiliki Unique Selling Point (USP) agar mampu bersaing di tengah industri hiburan yang dinamis.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai pentingnya memahami tren pasar dan perilaku konsumen dalam menentukan konsep acara. Pembahasan lainnya meliputi proses kurasi dan negosiasi talent, analisis popularitas artis, penyesuaian jadwal atau routing talent, hingga pemenuhan technical dan hospitality riders sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan konser maupun event skala besar.
Dalam sesi tersebut juga dibahas mengenai negotiation of payment terms atau negosiasi termin pembayaran yang menjadi salah satu aspek penting dalam kerja sama dengan talent dan pihak pendukung acara. Seorang promotor dituntut mampu mengikuti perkembangan tren dan minat pasar atau “ombak customer” agar event yang diselenggarakan tetap diminati masyarakat.
Tidak hanya aspek kreatif, kuliah umum turut membahas pentingnya regulasi dan perizinan dalam penyelenggaraan acara, mulai dari administrasi kegiatan hingga aspek keamanan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai strategi promosi digital, pengelolaan konser, branding event, hingga tantangan dalam industri event organizer dan event promotor profesional.
Melalui kegiatan kuliah umum ini, Polinela berharap mahasiswa mampu meningkatkan wawasan, kompetensi, dan kesiapan profesional sehingga dapat menjadi lulusan vokasi yang unggul, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di industri event dan ekonomi kreatif nasional.





