Polinela, Kamis (23/04/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar Musyawarah Rencana Kerja (Musrenja) Tahun Anggaran 2027 dengan mengusung tema “Akselerasi Vokasi Berbasis Teknologi Terapan Modern dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan, program kerja, serta langkah-langkah penguatan institusi guna menjawab tantangan pendidikan vokasi di era transformasi digital.
Musrenja yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, ketua jurusan, dosen, serta tenaga kependidikan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaboratif dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Bagian Keuangan dan Umum, Zahermanto, S.P., M.H. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan berbasis data dalam menyusun program kerja tahun 2027.
“Musrenja ini merupakan momentum penting untuk menyelaraskan perencanaan program kerja dengan kebutuhan institusi serta arah kebijakan nasional. Setiap unit kerja diharapkan mampu menyusun program yang tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan Polinela,” ujar Zahermanto.
Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi pengelolaan anggaran serta efisiensi penggunaan sumber daya menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan implementasi program kerja ke depan.
Selanjutnya, Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenja merupakan bagian penting dalam siklus manajemen strategis institusi. Ia menegaskan bahwa Polinela harus mampu bertransformasi menjadi institusi vokasi yang unggul dengan berbasis teknologi terapan modern.
“Tema yang kita angkat tahun ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen bersama untuk melakukan akselerasi nyata dalam pengembangan pendidikan vokasi. Kita harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan memiliki dampak bagi masyarakat,” ungkap Direktur.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa menuju Indonesia Emas 2045, Polinela harus memperkuat sinergi dengan dunia industri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang aplikatif.
“Kita dituntut untuk bergerak cepat, adaptif, dan inovatif. Kolaborasi dengan mitra industri, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan teaching factory menjadi bagian penting dalam strategi kita ke depan,” tambahnya.
Melalui Musrenja ini, diharapkan seluruh unit kerja di lingkungan Polinela dapat merumuskan program yang terarah, terukur, dan selaras dengan visi besar institusi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi terhadap capaian kinerja sebelumnya sekaligus penyusunan langkah strategis untuk peningkatan mutu pendidikan vokasi.
Dengan terselenggaranya Musrenja Tahun 2026, Politeknik Negeri Lampung menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.





