Berita

Optimalisasi Pendapatan BLU, Polinela Perkuat Pengembangan Teaching Factory Berbasis Bisnis Berkelanjutan

Polinela, Kamis (05/11/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menerima kunjungan sekaligus melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) Polinela sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan, mengoptimalkan potensi pendapatan BLU, serta mengembangkan unit-unit bisnis kampus yang produktif dan berkelanjutan (income generating).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi pengelolaan unit usaha dan Teaching Factory (TeFa) yang dimiliki Polinela, khususnya dalam meningkatkan kontribusi pendapatan di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Melalui optimalisasi aset, fasilitas, sumber daya manusia, serta potensi usaha yang dimiliki, Polinela terus mendorong pengembangan model bisnis kampus yang tidak hanya mendukung kegiatan pendidikan dan pembelajaran, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi pengelolaan unit usaha dan Teaching Factory (TeFa) yang dimiliki Polinela, khususnya dalam meningkatkan kontribusi pendapatan di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Dewan Pengawas BLU Polinela terdiri atas unsur kementerian, institusi pendidikan tinggi, dan perbendaharaan negara. Rombongan dipimpin oleh Ketua Dewan Pengawas, Dr. Andika Fajar, M.Eng., dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), didampingi Sekretaris Dewan Pengawas, Surya Prasetya Trihatmaja, S.E., M.Acc., selaku dosen Polinela, serta Anggota Dewan Pengawas, Prof. Dr. Ir. Wan Abas Zakaria, M.S. dari Universitas Lampung dan Jauhari, S.E., M.M. dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., didampingi Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si.; Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Iskandar Zulkarnain, S.T., M.T.; Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si.; Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Eko Win Kenali, S.Kom., M.Cs.; Kepala Bagian Keuangan dan Umum, Zahermanto, S.P., M.H.; serta Tim Unit Bisnis Polinela.

Dalam sambutannya, Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pelaksanaan monitoring serta evaluasi oleh Dewan Pengawas BLU. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan strategi bagi Polinela dalam mengembangkan potensi usaha dan meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan BLU.

“Polinela memiliki berbagai potensi sumber daya dan unit usaha yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan institusi. Oleh karena itu, kami terus berupaya mengoptimalkan aset dan fasilitas yang dimiliki agar tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaksanaan pendidikan vokasi, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi dan pendapatan secara berkelanjutan. Kami berharap melalui arahan, masukan, dan evaluasi Dewan Pengawas, pengembangan unit bisnis Polinela dapat semakin terarah, profesional, dan memiliki daya saing,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Direktur menegaskan bahwa pengembangan unit bisnis kampus perlu dilakukan melalui perencanaan yang matang, pengelolaan secara profesional, serta orientasi pada keberlanjutan usaha. Dengan demikian, Teaching Factory tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai unit produktif yang memiliki nilai ekonomi dan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan BLU.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan monev tersebut adalah peninjauan langsung terhadap sejumlah unit usaha dan Teaching Factory unggulan Polinela, yakni unit pembibitan kelapa sawit, kandang peternakan sapi, dan keramba jaring apung. Ketiga unit tersebut merupakan bagian dari potensi usaha produktif Polinela yang selama ini dikembangkan dengan mengintegrasikan kegiatan pendidikan vokasi, praktik mahasiswa, produksi, serta aktivitas bisnis.

Peninjauan lapangan ini bertujuan memberikan gambaran secara langsung kepada Dewan Pengawas mengenai proses operasional, potensi produksi, pengelolaan usaha, hingga peluang pengembangan bisnis dari masing-masing unit. Ketiga Teaching Factory tersebut juga menjadi unit dengan kontribusi pendapatan non-UKT tertinggi di lingkungan Polinela, sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung optimalisasi pendapatan BLU.

Melalui pengembangan pembibitan kelapa sawit, Polinela memiliki peluang untuk memperkuat kegiatan produksi dan pemasaran bibit berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sektor perkebunan. Sementara itu, unit peternakan sapi berpotensi dikembangkan melalui pengelolaan budidaya ternak dan hasil produksinya secara terintegrasi. Adapun keramba jaring apung menjadi salah satu potensi usaha di bidang perikanan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan budidaya, produksi, dan pemasaran hasil perikanan.

Selain sebagai sumber pendapatan, keberadaan ketiga unit tersebut juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pelaksanaan pendidikan vokasi. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman pembelajaran secara langsung melalui proses produksi, penerapan teknologi, pengelolaan usaha, hingga pemahaman terhadap rantai nilai bisnis sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Polinela berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola BLU melalui optimalisasi aset dan sumber daya institusi, peningkatan produktivitas unit bisnis, serta pengembangan model usaha yang berorientasi pada keberlanjutan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Polinela dalam mewujudkan perguruan tinggi vokasi yang semakin mandiri, produktif, dan adaptif terhadap peluang ekonomi, dengan menjadikan Teaching Factory sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan pendapatan institusi secara berkelanjutan.