Polinela, Kamis (29/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memperkuat kualitas pendidikan tinggi vokasi melalui pengembangan kurikulum yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Komitmen tersebut diwujudkan oleh Jurusan Teknik, Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO), melalui kegiatan In House Training bertema “Penguatan Kurikulum OBE yang Inovatif dan Selaras dengan DUDI untuk Menyiapkan Lulusan Vokasi Unggul di Bidang Smart Green Vehicle”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polinela dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kompetensi teknis, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi otomotif. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh perangkat Jurusan Teknik Polinela sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu akademik dan relevansi kurikulum program studi.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Jurusan Teknik Polinela, Ir. Kelik Istanto, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan agar pendidikan vokasi tetap relevan dengan perubahan teknologi serta kebutuhan industri.
“Penguatan kurikulum OBE merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran di Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif benar-benar berorientasi pada kompetensi yang harus dimiliki lulusan. Kurikulum tidak hanya harus memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi otomotif dan tuntutan dunia industri,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur Polinela, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Didik Kuswadi, S.T.P., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) merupakan bagian strategis dari peningkatan kualitas pendidikan tinggi vokasi, khususnya dalam memastikan keterkaitan antara capaian pembelajaran dan kebutuhan dunia kerja.
“Pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Oleh karena itu, kurikulum perlu dirancang berdasarkan capaian pembelajaran yang jelas, terukur, dan relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Melalui pendekatan OBE, kita ingin memastikan bahwa lulusan Polinela memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang keahliannya serta siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi kendaraan cerdas dan ramah lingkungan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan vokasi untuk terus berinovasi. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif diharapkan dapat mengakomodasi perubahan kebutuhan kompetensi serta mendukung kesiapan lulusan dalam menghadapi transformasi industri otomotif.
Pada sesi pemaparan materi, kegiatan menghadirkan Dr. Muhammad Irsyad, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai konsep dan implementasi kurikulum OBE, termasuk penyusunan capaian pembelajaran, keterkaitan capaian pembelajaran lulusan dengan mata kuliah, serta penyelarasan proses pembelajaran dan sistem penilaian terhadap kompetensi yang ditargetkan.
Materi tersebut memberikan penguatan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya perencanaan kurikulum yang terstruktur, terukur, dan berorientasi pada hasil pembelajaran. Dalam pendekatan OBE, keberhasilan pendidikan tidak hanya dinilai dari pelaksanaan kegiatan perkuliahan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan pembentukan kurikulum berbasis OBE sekaligus peninjauan atau review kurikulum Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif. Melalui sesi ini, peserta melakukan pembahasan terhadap kesesuaian struktur kurikulum, rumusan capaian pembelajaran, serta keterkaitan antara materi pembelajaran dan kompetensi yang dibutuhkan di sektor otomotif.
Peninjauan kurikulum tersebut menjadi momentum bagi Jurusan Teknik Polinela untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat, baik dari sisi substansi akademik, pengalaman praktik, maupun relevansi pembelajaran dengan perkembangan teknologi. Keterlibatan seluruh perangkat jurusan diharapkan dapat mendukung penyusunan kurikulum yang lebih komprehensif serta memastikan kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Tema Smart Green Vehicle yang diangkat dalam kegiatan ini mencerminkan arah pengembangan kompetensi otomotif yang semakin berkaitan dengan teknologi cerdas dan prinsip keberlanjutan. Perkembangan kendaraan listrik, sistem kendali elektronik, teknologi otomotif digital, dan efisiensi energi menjadi bagian dari transformasi industri yang perlu direspons melalui pembelajaran vokasi yang relevan dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Bagi Polinela, penguatan kurikulum tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing.
Melalui pelaksanaan In House Training ini, Jurusan Teknik, khususnya Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif, diharapkan mampu menghasilkan pengembangan kurikulum yang semakin terarah, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri otomotif.





