Polinela, Rabu (28/10/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) secara resmi mengakhiri rangkaian Kompetisi Inovasi Teknologi Bidang Pertanian ke-8 atau 8th Agricultural Innovation Technology Competition (AITeC VIII) Tahun 2026 pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela.
Penutupan kegiatan ditandai dengan pengumuman para pemenang dari berbagai cabang kompetisi yang menguji kompetensi, kreativitas, inovasi, serta keterampilan praktis mahasiswa pendidikan vokasi di bidang pertanian dan sektor terkait.
AITeC VIII Tahun 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa dari 29 perguruan tinggi vokasi, termasuk Polinela, untuk menunjukkan kemampuan dan menghasilkan gagasan inovatif melalui beragam cabang perlombaan. Kompetisi ini tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga menguji kemampuan peserta dalam menerapkan keterampilan, memecahkan persoalan, mengembangkan solusi teknologi, serta menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian modern.
Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dewan juri, serta perguruan tinggi yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan AITeC VIII Tahun 2026. Menurutnya, kompetisi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada penguasaan kompetensi, pengembangan inovasi, dan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Ia menegaskan bahwa ajang kompetisi seperti AITeC memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengukur kemampuan, mengasah kreativitas, membangun kepercayaan diri, serta memperluas jejaring dengan peserta dari berbagai institusi.

Melalui AITeC VIII, mahasiswa pendidikan vokasi diharapkan semakin terpacu untuk mengembangkan inovasi dan meningkatkan kompetensi sesuai bidang keahliannya. Prestasi yang diraih merupakan hasil dari proses belajar, latihan, kerja keras, dan kolaborasi. Sementara itu, bagi peserta yang belum memperoleh juara, pengalaman mengikuti kompetisi tetap menjadi bekal berharga untuk melakukan evaluasi, meningkatkan kemampuan, dan menghasilkan karya yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Pengumuman pemenang AITeC VIII Tahun 2026 memperlihatkan beragam capaian mahasiswa Polinela dalam kompetisi yang mencakup inovasi teknologi, keterampilan teknis, pengolahan hasil, hingga pengembangan usaha berbasis pendidikan vokasi. Berdasarkan daftar juara yang dihimpun, Polinela mencatatkan 65 entri capaian prestasi pada 18 cabang kompetisi.

Pada cabang Agricultural Technology Innovation, Smart and Precision Farming, tim Smart GreenHouse berhasil meraih juara pertama kategori Competent. Sementara itu, tim Fanta Jeruk meraih juara kedua kategori Expert. Capaian tersebut menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan inovasi yang mendukung penerapan teknologi di sektor pertanian.
Prestasi juga diraih pada cabang Teknologi Tepat Guna. Tim BIODELAT menempati peringkat pertama kategori Competent, sedangkan tim Polinela Biosaka meraih peringkat pertama kategori Skilled. Capaian ini memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan dan menerapkan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan lapangan.
Pada cabang Teknik Okulasi Tanaman, Desta Kusuma Wardana berhasil meraih juara pertama kategori Competent, sedangkan Murizki memperoleh juara pertama kategori Beginner. Di cabang Sortasi Biji Kopi, Muhammad Ariffin Ilham meraih juara pertama kategori Competent dan Zulfikar Sintanala meraih juara pertama kategori Expert.
Capaian membanggakan lainnya ditorehkan pada cabang Lomba Proses Karkas Ayam. M. Fitra Ardiansyah meraih juara pertama kategori Competent, sementara Miardi Asroni menempati peringkat pertama kategori Skilled. Pada cabang Teknik Pengambilan Sampel Darah Ayam, Ahmad Sagil juga berhasil meraih juara pertama kategori Skilled.
Di bidang peternakan dan perikanan, mahasiswa Polinela turut menunjukkan kompetensinya melalui cabang Formulasi Pakan Ternak, Formulasi Pakan Ikan, Pengemasan Benih Ikan, Teknik Fillet Ikan, serta Teknik Pembuatan Bakso Ikan. Sejumlah mahasiswa berhasil meraih peringkat juara dalam kategori kompetensi yang dipertandingkan, mencerminkan penguasaan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan sektor peternakan, perikanan, dan pengolahan hasil.
Kemampuan mahasiswa dalam bidang survei dan pemetaan lahan juga menghasilkan prestasi. Tim Datum Survey Polinela meraih juara pertama kategori Competent, sedangkan tim Geo Survey Polinela menempati peringkat pertama kategori Expert pada cabang Pemetaan Lahan. Sementara itu, tim Terra Survey Polinela meraih juara kedua kategori Competent.
Pada cabang Desain Alat dan Mesin Pertanian dengan AutoCAD, Septian Rahmad Dhani berhasil meraih juara pertama kategori Competent. Prestasi juga diperoleh pada cabang Penyuluhan Pertanian melalui Camelia Andara Mulyono yang meraih juara pertama kategori Competent. Di cabang Barista, Muhammad Iqbal Fakhriza menempati peringkat pertama kategori Skilled.
Mahasiswa Polinela juga menunjukkan kemampuan di bidang kreativitas dan komunikasi melalui Agricultural Videography Competition dan Agricultural Photography Competition. Arkan Assafat Fatra meraih juara pertama kategori Competent pada cabang videografi pertanian, sedangkan Rifky Aditya Al Fateh meraih juara pertama kategori Expert. Pada cabang fotografi pertanian, Chintia Azahra Nugraha meraih juara pertama kategori Competent dan Milda Laila meraih juara pertama kategori Expert.
Sementara itu, pada cabang Agritech Business and Teaching Factory Showcase Competition (ABTSC), mahasiswa Polinela turut berkompetisi melalui karya dan gagasan pengembangan usaha berbasis Teaching Factory. Cabang ini menjadi ruang untuk memperlihatkan keterpaduan antara proses pembelajaran, pengembangan produk, inovasi, dan penerapan prinsip kewirausahaan dalam lingkungan pendidikan vokasi.
Beragam capaian tersebut mencerminkan luasnya kompetensi yang dikembangkan di Polinela, mulai dari teknologi pertanian, budidaya, peternakan, perikanan, survei dan pemetaan, hingga pengolahan hasil, kreativitas, serta pengembangan bisnis.
Prestasi ini sekaligus menjadi gambaran penerapan pembelajaran berbasis praktik yang menempatkan keterampilan dan kemampuan menyelesaikan persoalan nyata sebagai bagian penting dari proses pendidikan.
Bagi Polinela, capaian mahasiswa dalam AITeC VIII tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan budaya berprestasi dan evaluasi berkelanjutan terhadap proses pembelajaran.
Selain menjadi ajang kompetisi, rangkaian AITeC VIII Tahun 2026 juga menjadi momentum penguatan hubungan kelembagaan melalui penandatanganan perjanjian implementasi kerja sama atau Implementation Arrangement (IA) antara Politeknik Negeri Lampung dan Jiangsu Agri Animal Husbandry Vocational College dari Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Penandatanganan IA tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kemitraan antara kedua institusi, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian dan peternakan. Keterlibatan Jiangsu Agri Animal Husbandry Vocational College dan Kyungpook National University dari Daegu, Korea Selatan, dalam AITeC VIII turut memperluas ruang interaksi lintas negara dalam lingkungan pendidikan vokasi.
Pertemuan antarinstitusi tersebut membuka kesempatan untuk saling mengenal pendekatan pembelajaran, berbagi pengalaman, serta memperluas wawasan mengenai pengembangan teknologi pertanian dan peternakan.
Melalui penyelenggaraan AITeC VIII Tahun 2026, Polinela berharap semangat kompetisi, kolaborasi, dan inovasi yang telah terbangun dapat terus berkembang menjadi karya nyata yang mendukung kemajuan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan agribisnis.
AITeC sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi vokasi dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga mampu berinovasi dan berkontribusi bagi pembangunan sektor pertanian Indonesia yang berkelanjutan.(*)





