Polinela, Senin (17/08/2026). Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) resmi berakhir pada Sabtu (15/8/2026). Selama enam hari pelaksanaan, sejak 10 hingga 15 Agustus 2026, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana melalui persiapan dan kerja kolaboratif panitia yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Kesuksesan pelaksanaan PKKMB tidak terlepas dari proses persiapan yang telah dilakukan secara matang jauh sebelum kegiatan dimulai. Berbagai aspek, mulai dari penyusunan agenda, koordinasi antarpanitia, kesiapan lokasi dan sarana pendukung, pengaturan peserta, teknis acara, keamanan, kesehatan, dokumentasi hingga publikasi, dipersiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, edukatif, dan memberikan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru.
Keterlibatan berbagai unsur sivitas akademika tersebut menjadi gambaran nyata semangat gotong royong dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi di Polinela. Dosen dan tenaga kependidikan berperan dalam memastikan aspek akademik, administrasi, teknis, serta layanan kepada mahasiswa berjalan dengan baik, sementara mahasiswa turut mengambil peran sebagai bagian penting dalam pelaksanaan teknis kegiatan di lapangan.
Ketua Pelaksana PKKMB Polinela 2026, Jamaludin Adimiharja, S.Tr.P., M.Si., yang juga merupakan Koordinator Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, menyampaikan bahwa keberhasilan PKKMB merupakan hasil kerja bersama seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan secara serius dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, PKKMB bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi momentum awal untuk memperkenalkan lingkungan akademik, budaya kampus, sistem pembelajaran, kehidupan kemahasiswaan, serta berbagai nilai yang menjadi bagian dari proses pendidikan di Polinela.
“Persiapan PKKMB dilakukan secara bertahap dan melibatkan seluruh unsur panitia. Kami berupaya memastikan setiap bagian memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Alhamdulillah, seluruh rangkaian dapat terlaksana berkat kerja sama dan komitmen seluruh panitia, baik dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa,” ujar Jamaludin.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kepanitiaan juga memberikan pengalaman berharga dalam membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, kedisiplinan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara langsung di lapangan.
“Bagi mahasiswa yang terlibat sebagai panitia, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembelajaran. Mereka belajar bagaimana merencanakan kegiatan, bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan berbagai pihak, sekaligus bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu panitia dari Bidang Acara, Yudhanto Saputra, S.Tr.Pt., menyampaikan bahwa persiapan bidang acara dilakukan dengan memperhatikan detail setiap agenda agar rangkaian PKKMB dapat berjalan sesuai dengan susunan kegiatan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, tantangan dalam pelaksanaan kegiatan berskala besar terletak pada kemampuan panitia untuk menjaga koordinasi dan kesiapan menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
“Bidang acara berusaha memastikan setiap sesi dapat berjalan sesuai jadwal, mulai dari persiapan pemateri, koordinasi dengan panitia lainnya, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan. Kunci utamanya adalah komunikasi dan koordinasi, karena setiap bidang saling berkaitan,” ungkap Yudhanto.
Ia menilai pengalaman menjadi bagian dari panitia PKKMB memberikan pembelajaran tersendiri bagi mahasiswa. Selain menjalankan tugas, panitia mahasiswa juga dituntut untuk mampu menjaga profesionalitas dan menjadi contoh bagi mahasiswa baru.
Dari sisi kelembagaan, Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan dan melaksanakan PKKMB 2026.
Menurutnya, pelaksanaan PKKMB merupakan bagian penting dari proses pembentukan pengalaman awal mahasiswa ketika memasuki dunia perguruan tinggi. Karena itu, kegiatan harus dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang pengenalan budaya akademik dan nilai-nilai kehidupan kampus.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyukseskan PKKMB 2026. Kolaborasi antara dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan di Polinela merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Dr. Dwi Puji Hartono.
Direktur Polinela juga menekankan pentingnya menjadikan PKKMB sebagai momentum untuk membangun karakter mahasiswa sejak awal. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal fasilitas dan lingkungan kampus, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai bagian dari sivitas akademika Polinela.
“Mahasiswa baru adalah bagian dari generasi penerus pendidikan vokasi. Kita ingin mereka memulai perjalanan akademiknya dengan semangat, kedisiplinan, integritas, dan kesiapan untuk berkembang. Karena itu, PKKMB harus memberikan pengalaman yang positif sekaligus membangun fondasi bagi kehidupan mereka selama menempuh pendidikan di Polinela,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polinela, Agung Adi Candra, S.Kh., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan PKKMB 2026 tidak hanya diukur dari terselenggaranya seluruh agenda, tetapi juga dari bagaimana mahasiswa baru memperoleh pemahaman mengenai kehidupan kampus dan mulai membangun hubungan dengan lingkungan akademiknya.
“PKKMB menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal Polinela secara lebih dekat. Karena itu, kami berusaha menghadirkan kegiatan yang informatif, edukatif, sekaligus membangun rasa memiliki terhadap kampus. Kami juga mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga kegiatan berakhir,” jelas Agung.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kepanitiaan merupakan bagian dari pembinaan kemahasiswaan yang penting. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan soft skills yang sangat dibutuhkan, baik selama menjalani pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja.
Pelaksanaan PKKMB Polinela 2026 sekaligus menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, komunikasi, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
Berakhirnya rangkaian PKKMB pada 15 Agustus 2026 menjadi penanda dimulainya perjalanan baru bagi mahasiswa baru Polinela. Di sisi lain, bagi panitia, berakhirnya kegiatan menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian pelaksanaan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan PKKMB pada tahun-tahun mendatang.
Dengan semangat kolaborasi yang terbangun antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, Polinela terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja dan masyarakat. PKKMB 2026 pun menjadi awal perjalanan bagi generasi baru Polinela untuk tumbuh, belajar, berprestasi, dan berkontribusi sebagai insan pendidikan vokasi yang unggul.





