Polinela, Senin (13/07/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berkomitmen dalam mendukung internasionalisasi pendidikan vokasi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, Jurusan Teknologi Informasi, Ir. Tomy Pratama Zuhelmi, S.T., M.T., dalam program Indonesian Mechanical and Electrical Talent Training Project yang diselenggarakan oleh Minjiang Teachers College, Fuzhou, Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok.
Program pelatihan internasional yang berlangsung pada 6–16 Juni 2026 tersebut diselenggarakan di bawah koordinasi China–Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) dengan fokus pada peningkatan kompetensi dosen vokasi di bidang industrial robotics, intelligent manufacturing, serta penguatan pembelajaran berbasis teknologi industri yang selaras dengan perkembangan revolusi industri.
Kegiatan ini diikuti oleh sepuluh dosen terpilih dari berbagai perguruan tinggi vokasi di Indonesia, yaitu Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Padang, Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Politeknik Negeri Balikpapan, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik Negeri Batam, dan Politeknik Manufaktur Bandung. Keikutsertaan para peserta mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi nasional agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi industri global.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta memperoleh pembelajaran komprehensif yang memadukan teori dan praktik, meliputi industrial robot programming, intelligent vision technology, penerapan 3D printing, pengembangan bionic manipulator, hingga kunjungan industri ke sejumlah perusahaan manufaktur berteknologi tinggi di Kota Fuzhou. Selain memperdalam kompetensi teknis, program ini juga menjadi ruang pertukaran pengalaman akademik, budaya, serta pengembangan jejaring kerja sama internasional antara institusi pendidikan vokasi Indonesia dan Tiongkok.
Keikutsertaan Ir. Tomy Pratama Zuhelmi menjadi bagian dari upaya Politeknik Negeri Lampung dalam mendukung visi institusi untuk menjadi politeknik yang bermutu, inovatif, dan unggul dalam ilmu pengetahuan serta teknologi terapan. Penguatan kompetensi dosen melalui program internasional diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ir. Tomy Pratama Zuhelmi menyampaikan bahwa program tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan kompetensi profesional di bidang robotika industri.
“Program ini memberikan kesempatan untuk mempelajari perkembangan terkini di bidang robotika industri dan intelligent manufacturing secara langsung dari institusi yang memiliki pengalaman dalam pengembangan pendidikan vokasi. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kurikulum yang akan memberikan manfaat bagi Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika Politeknik Negeri Lampung,” ungkapnya.
Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan akan diimplementasikan dalam pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pengayaan materi perkuliahan, peningkatan penelitian terapan, serta penguatan jejaring kerja sama internasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya proses pembelajaran yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi industri serta menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui partisipasi aktif dalam berbagai program pengembangan kompetensi berskala internasional, Politeknik Negeri Lampung terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.





