Berita Kegiatan SDGs

Polinela Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi melalui Workshop Review Kurikulum Teknologi Rekayasa Otomotif

Polinela, Rabu (08/07/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan Workshop Review dan Penyelarasan Kurikulum Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Sesuai Kebutuhan Industri Otomotif Masa Depan.

Workshop ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif dalam memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan dinamika perkembangan industri otomotif, sekaligus mendukung implementasi kebijakan Outcome-Based Education (OBE) yang menjadi standar penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Kegiatan dihadiri oleh Koordinator Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif Ir. Retno Wahyudi, S.Pd., M.T., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif, serta menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan kurikulum dan pendidikan teknik, yaitu Dr. Eng. Ir. Helmy Fitriawan, S.T., M.Sc., Dr. Muhammad Irsyad, S.T., M.T., dan Dr. Eng. Ageng Sadnowo Repilianto, S.T., M.T.. Jalannya kegiatan dipandu oleh Andi Imam Saputra selaku pembawa acara.

Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa penyelarasan kurikulum merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan vokasi sekaligus memperkuat keterkaitan antara perguruan tinggi dengan dunia industri.

“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan industri. Melalui implementasi Outcome-Based Education, Polinela berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan profesional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini maupun masa depan,” ujar Direktur.

Koordinator Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif, Ir. Retno Wahyudi, S.Pd., M.T., menjelaskan bahwa workshop ini menjadi forum akademik untuk melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang telah diterapkan sekaligus menyusun strategi pengembangannya berdasarkan masukan dari para pakar.

“Review kurikulum dilakukan agar capaian pembelajaran lulusan senantiasa selaras dengan perkembangan teknologi otomotif, kebutuhan industri, serta kebijakan pendidikan tinggi. Masukan dari narasumber menjadi referensi penting dalam penyempurnaan kurikulum sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan berdaya saing,” ungkapnya.

Pada sesi pemaparan materi, para narasumber menekankan pentingnya penerapan Outcome-Based Education sebagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan. Selain memastikan kesesuaian antara capaian pembelajaran dengan profil lulusan, kurikulum juga perlu mengakomodasi perkembangan teknologi otomotif, digitalisasi, kendaraan listrik (electric vehicle), sistem otomasi, hingga kebutuhan kompetensi abad ke-21 yang menjadi tuntutan industri global.

Workshop berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta. Berbagai masukan, gagasan, dan rekomendasi yang dihasilkan menjadi bahan penyempurnaan kurikulum Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif agar semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, diskusi, serta sesi tanya jawab. Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Polinela.

Melalui workshop ini, Polinela kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembaruan kurikulum secara berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Penyelarasan kurikulum berbasis Outcome-Based Education diharapkan mampu menghasilkan lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif yang unggul, adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam mendukung kemajuan industri otomotif nasional maupun global.