Polinela, Jum’at (03/07/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat skil dan kompetensi internasional tenaga pendidiknya. Kali ini dibidang Digitaly Intelligent Financial, Polinela kirim dosen mengikuti program pelatihan internasional di Zhejiang Business Technology Institute (ZBTI), Ningbo, Tiongkok.
Pelatihan internasional “Digitally Intelligent Financial Skills Training” yang diselenggarakan di Zhejiang Business Technology Institute (ZBTI), Ningbo, Tiongkok, berlangsung mulai tanggal 22 hingga 29 Juni 2026, dan merupakan implementasi kerja sama anggota konsorsium China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA).
Program pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan mengajar dosen-dosen vokasi Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital di bidang akuntansi dan keuangan.

Selama sepekan di Ningbo, Eksa Ridwansyah, dosen prodi Akuntansi Perpajakan Polinela dan para peserta lainnya mengikuti serangkaian agenda intensif yang mencakup pembelajaran teknologi finansial (fintech), analisis data untuk sektor keuangan, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kurikulum keuangan.
Selain materi teknis, para peserta juga mendapatkan pengalaman pertukaran budaya melalui kelas Bahasa Mandarin dan kaligrafi tradisional China.
Tujuan utama dari partisipasi ini adalah untuk memperkaya pengalaman mengajar dosen, memperdalam hubungan pendidikan antara China dan Indonesia, serta memastikan kurikulum di Polinela tetap relevan dengan perkembangan teknologi global.
“Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru/dosen Indonesia, memperkaya pengalaman mereka, serta mempromosikan pertukaran budaya dan pendidikan,” tulis Qiu Wanli, Direktur Divisi Kerja Sama Internasional ZBTI dalam surat undangannya.
Metode pelatihan dilakukan melalui kombinasi seminar, lokakarya (workshop) praktis, dan kunjungan lapangan ke perusahaan fintech terkemuka di China. Di akhir program, para peserta diwajibkan mempresentasikan proyek kelompok yang mengintegrasikan alat-alat keuangan digital dan strategi yang telah dipelajari selama pelatihan sebelum kembali ke Indonesia pada 29 Juni 2026.
Dengan keikutsertaan dalam program CITIEA ini, diharapkan sekembalinya ke tanah air, dosen Polinela dapat mentransformasikan pengetahuan digital tersebut ke dalam proses belajar mengajar di kampus, guna mencetak lulusan yang siap bersaing di industri keuangan masa depan.





