Berita

Dukung Instruksi Presiden, Polinela Siap Ambil Peran dalam Program Peningkatan Kapasitas Calon PMI

Polinela, Selasa (28/07/2026). Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berkomitmennya dalam mendukung program strategis nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan menghadiri Rapat Pembahasan Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung.

Kehadiran Polinela dalam rapat tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap implementasi program nasional SMK Go Global, sebuah program prioritas yang merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia untuk periode 2026–2029. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

Direktur Politeknik Negeri Lampung, dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Iskandar Zulkarnain, S.T., M.T., yang hadir didampingi dosen dari program studi terkait.

Rapat turut dihadiri oleh berbagai institusi pendidikan dan lembaga pelatihan di Provinsi Lampung, di antaranya Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Balai Pelatihan Pertanian Lampung, sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), IDeA Academy Lampung, serta Indonesia School Hotel Lampung.

Dalam pemaparannya, perwakilan BP3MI Lampung yang dipimpin oleh Robi selaku Person in Charge (PIC) bersama Elok sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), menjelaskan bahwa program SMK Go Global menjadi salah satu strategi nasional untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja global.

Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut menargetkan sekitar 500 ribu Warga Negara Indonesia yang memiliki potensi berkarier di luar negeri sebagai pekerja migran yang terampil dan bersertifikat. Khusus Provinsi Lampung, target penerima manfaat pada tahun 2026 mencapai 3.960 peserta, dengan pelaksanaan pelatihan yang melibatkan lembaga penyelenggara yang memenuhi persyaratan kompetensi.

BP3MI juga menegaskan bahwa pelaksanaan program akan diawasi secara ketat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Kejaksaan guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas penggunaan anggaran negara.

Selain membahas mekanisme pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi, rapat juga mengulas sejumlah aspek teknis, antara lain kewajiban penyelenggara melakukan evaluasi peserta melalui sistem e-vokasi, pemisahan kontrak pelatihan dan sertifikasi, integrasi materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kurikulum pelatihan, penyusunan jumlah jam pelajaran yang disesuaikan dengan capaian kompetensi, hingga target penyelesaian seluruh program pada November 2026.

Menanggapi peluang kolaborasi tersebut, Iskandar Zulkarnain menyampaikan bahwa Polinela menyambut positif program nasional tersebut dan siap mengambil peran sebagai lembaga penyelenggara pelatihan maupun sertifikasi sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Pada prinsipnya Polinela menyambut baik program ini dan siap berkontribusi. Kami memiliki berbagai program studi yang relevan, khususnya pada bidang hospitality dan agriculture, sehingga siap mendukung peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan industri global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iskandar menambahkan bahwa sebagai perguruan tinggi vokasi, Polinela terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Partisipasi Polinela dalam forum tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis dengan BP3MI Lampung dalam mendukung pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas Calon PMI. Melalui sinergi ini, Polinela diharapkan dapat berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja migran Indonesia yang kompeten, adaptif, berdaya saing global, serta mampu menjawab kebutuhan pasar kerja internasional sesuai semangat program SMK Go Global.