Lokakarya Kurikulum Berbasis KKNI

POLINELA. Jum’at, 14 Februari 2014 adalah hari pertama kegiatan workshop dengan tema “Lokakarya Kurikulum Berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)” di gedung Sakura (S) Kampus Politeknik Negeri Lampung. Kegiatan diagendakan dan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, dimulai dari tanggal 14 – 21 Februari 2014.

Pada hari pertama, kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB yang dibuka secara resmi oleh Direktur  Politeknik Negeri Lampung yang diwakili oleh Pembantu Direktur I, Bpk. Ir. Bastaman Syah, M.Si. Tujuan diadakan workshop ini adalah untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang Peraturan Pemerintah Nomor : 08 Tahun 2012 kepada Dosen di lingkungan Politeknik Negeri Lampung mengenai kebutuhan KKNI dari sisi demand dan bagaimana merancang Kurikulum berbasis KKNI dari sisi supply.

Workshop ini sangatlah penting adanya mengingat KKNI sangat erat kaitannya dengan kurikulum dan kebijakan yang menjadi pijakan utama bagi institusi pendidikan, yang mana KKNI nantinya akan dijadikan rujukan dalam kurikulum dan penjaminan mutu pendidikan di seluruh indonesia termasuk di Politeknik Negeri Lampung sehingga capaian belajar lulusan nantinya (Learning outcomes) juga mengacu atau berstandar KKNI.

Lokakarya ini menghadirkan 2 (dua) pembicara handal dan kompeten, yaitu: Bapak Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit dan Ibu Megawati Santoso, Ph.D.  Dalam acara ini Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit sebagai pembicara pertama menyajikan materi tentang KKNI dari sisi demand. Beliau menyatakan bawha  KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang mana penjenjangan kualifikasi  ini ada 9 level. Level 1 setara dengan lulusan pendidikan dasar,  dst  hingga level 9 setara lulusan S3 dan menurut nara sumber pencapaian level ini bisa ditempuh melalui berbagai alur (dunia pendidikan formal, pengalaman atau belajar mandiri, dunia industri atau dunia kerja dan dunia profesi & sertifikasi profesi) dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja diberbagai sektor.

Kemudian Ibu Megawati Santoso, Ph.D. sebagai pembicara kedua menyajikan materi tentang kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi (9 level) dan bagai merancang kurikulum berbasis KKNI. Menurut  ibu Megawati, KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang mana penjenjangan kualifikasi  ini ada 9 level. Level 1 setara dengan lulusan pendidikan dasar,  dst  hingga level 9 setara lulusan S3 dan menurut nara sumber pencapaian level ini bisa ditempuh melalui berbagai alur (dunia pendidikan formal, pengalaman atau belajar mandiri, dunia industri atau dunia kerja dan dunia profesi & sertifikasi profesi) dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja diberbagai sektor.

Diakhir kegiatan hari pertama ini, diharapkan tim kurikulum dari masing-masing program Studi dapat merancang kurikulum berbasis KKNI di Program Studinya masing-masing. Hasil akhirnya adalah tersusunnya kurikulum berbasis KKNI yang siap diimplementasikan.

Melalui kegiatan ini pula, jajaran direksi Politeknik Negeri Lampung rencananya akan segera membentuk Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP) yang dilegalisasi oleh BNSP. Tujuannya adalah menyediakan lembaga sertifikasi kompetensi mandiri untuk menunjang implementasi dan pelaksanaan kurikulum berbasis KKNI di Politeknik Negeri Lampung.



State Polytechnic of Lampung

State Polytechnic of Lampung / Politeknik Negeri Lampung / PolinelaLampung