Masyarakat Minim Keterampilan Wirausaha

Bandar Lampung-Kemampuan keterampilan lunak (softskill) kewirausahaan masyarakat Indonesia masih 2%. Angka tersebut lebih kecil dibanding Negara berkembang lain, yang sudah 7% apalagi di Negara maju sudah mencapai 20% lebih.

Menurut praktisi kewirausahaan Lampung, Noerdiono, untuk mendongkrak angka agar setara dengan negara berkembang lainnya, peran perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan terapan sangat diperlukan untuk menumbuhkan wirausaha tersebut.  Ia menilai saat ini mahasiswa hanya mampu mengembangkan ilmu akademik tanpa memperluas keilmuan yang dapat memberi nilai tambah seperti kewirausahaan.
Untuk meningkatkan persentase tersebut, semangat enterpreuner harus diperkenalkan sejak kecil. “Angka 2% tersebut, antara lain karena faktor tertentu tetapi didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa yang cenderung  ingin cepat bekerja selepas lulus dari sekolahnya tanpa berfikir untuk berwirausaha,” ujar Noerdiono, yang juga komisaris utama Tegar TV itu, saat memberikan kuliah umum Stadium General Pengembangan Kompetensi Softskill dan Kewirausahaan Mahasiswa yang diikuti 270 peserta di Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Jum’at (7/11). (LPG Post) 

     



State Polytechnic of Lampung

State Polytechnic of Lampung / Politeknik Negeri Lampung / PolinelaLampung