Diversifikasi pangan, CP Prima - Polinela jajaki kerjasama pembuatan abon lele

Bandar Lampung. CP Prima dan Polinela merintis pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Puji Lestari, Pekon  Pujiharjo, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu. Yakni dengan memanfaatkan ikan lele ukuran besar (grandong) menjadi abon lele dengan merk dagangnya Bonile.

Abon lele menjadi salah satu solusi alternative bagi petani ikan lele untuk menyiasati agar komoditas perikanan ini tetap memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ketua pelaksana kegiatan penyuluhan  perikanan ikan lele dan hasil olahan ikan abon lele (Bonile), Dwi Eva Nirma Gustina, S.P., M.Si., didampingi timnya Sri Handayani mengatakan bahwa Polinela memiliki program iptek bagi masyarakat (IBM). “Kita share teknologi pangan melalui pengolahan abon ikan lele kepada ibu-ibu disini, ujarnya. Dipilihnya  Pujiharjo, menurutnya, mengingat pekon ini menjadi salah satu pembudi daya ikan lele. Ide pembuatannya berawal dari harga ikan lele yang berukuran besar, relative murah, bahkan terkadang sangat sulit dijual.


“Bila lele sudah berukuran besar seperti sekilo dua, sangat sulit dijual. Alternatifnya agar tetap memiliki nilai ekonomis, tentu saja  harus ada inovasi. Jadi tidak melulu dijual menjadi pecel lele. Namun juga, dapat dibuat menjadi abon, ucapnya. Ke depan, bahkan tak hanya berbentuk abon. daging dan kulit ikan lele juga dapat dimanfaatkan, misal untuk membuat kelanting atau kerupuk.

Apalagi cara pembuatannya juga relative mudah dan dana  yang dibutuhkan cukup murah. Abon yang dibuat oleh KWT Puji Lestari yang diketuai Surati  cukup diminati, meski masih terbatas pembuatannya, akan tetapi selalu habis dipesan.(Rdr lpg)



State Polytechnic of Lampung

State Polytechnic of Lampung / Politeknik Negeri Lampung / PolinelaLampung